Hmmmm begini yah ibu kota di pagi dan sore hari.. Beda 5 menit aja keluar rumah, bedanya bisa sampe 30 menitan lebih pas nyampe ke kantor. Macetnya bukan di hari Senin, tapi hari Kamis (dan mungkin di hari-hari lain selain hari Senin), membuat saya harus selalu pergi pagi, karena kondisi lalu lintas sama sekali ga bisa diprediksi. Semuanya fast pace, mulai dari orang-orang di kantor, orang-orang di kendaraan umum dan pribadi, anything lah pokoknya.. Cukup menjadi culture shock pas saya baru-baru disini. Emang saya juga pernah beberapa kali pergi ke Jakarta, tapi setelah seminggu beraktivitas disini, baru deh kerasaaaa...
Saya bekerja di sebuah perusahaan farmasi di daerah Jakarta Selatan (nama perusahaannya ga akan saya sebutin disini, hehehe), mulai tanggal 21 Juli. Dan saya resign dari Sky FM per tanggal 21 Juli juga. Ini bukan keputusan yang mudah buat saya, tapi saya berusaha melakukan ini dengan niat yang bulat. Untuk diterima bekerja di perusahaan ini, saya sudah melewati psikotest dan interview tanggal 1 Juli.
Semuanya serba kebetulan...
Jadi ceritanya nih, pada tanggal 30 Juni saya datang ke sebuah perusahaan di daerah Jakarta Selatan (sebut aja perusahaan A) untuk psikotest. Karena buta Jakarta, saya pun diantar oleh saudara saya. Saya belum pernah tuh psikotest model begitu, seharian pake komputer plus ada ngegambar juga. Tas termasuk HP saya taro di lantai. Pas udah jam 2-an dan mau beres, saya pangku deh tasnya, dan ternyata ada telepon. Tapi pas mau diangkat keburu putus. Ternyata ada 7 missed calls di HP saya, dari 2 nomer yang berbeda, semuanya nomor Jakarta. Hmmmmm apa saya dapet panggilan psikotest lagi?
Nomor yang terakhir masuk akhirnya nelepon lagi. Langsung deh saya angkat (padahal psikotest masih belom beres, hihihihi). Ternyata emang bener, saya dapet panggilan psikotest untuk BESOK *langsung ga jadi pulang ke Bandung hari itu* dari sebuah perusahaan yang dari alamatnya siiiih, sebelahan sama perusahaan A tempat saya sedang melakukan psikotest saat itu. Hihihihi, kebetulan banget kan? Jadi besok saudara saya ga perlu nganterin saya nyari alamat lagi deh, heuehueheu.
Tapi pas malemnya di rumah, tiba-tiba saya jadi ga yakin. Akhirnya nelepon deh ke 108 untuk memastikan. Ternyata perusahaan A dan B emang tetanggaan, berada di jalan yang sama ! Besok paginya saya datang tepat waktu ke perusahaan B, untuk menjalani psikotest. And guess what? Soal psikotestnya aseli samaaaaaaaa bgt sama kemaren ! heueheuheuheeu. Jadi deh lebih cepet 1 jam ngerjainnya, ada juga sih jawaban-jawaban yang saya perbaiki, tapi kebanyakan sama dengan kemarin. Saya lalu disuruh nunggu, untuk interview sama Manager Business & Development, yang berkantor di tempat saya interview kemarin ! HAAAAA?? Apakah ketauan nih kalo saya kemarin abis psikotest juga di tempat yang sama? *deg-degan* Apakah perusahaan A dan B bertempat di gedung yang sama??
Ternyata memang A dan B memiliki Head Office di gedung yang sama. Gedung itu juga menjadi Head Office perusahaan C, yang belakangan saya baru tau kalo ternyata A, B dan C pemiliknya kakak beradik, tapi manajemennya berbeda (cuma sama-an gedungnya aja). Head Office perusahaan B ada di lantai 3. Intinya dari hasil interview, bahwa ibu Manager Business & Development (Busdev) perusahaan B sreg sama saya. Kalo dibahasa Sundain mah, dia 'bogoh' lah sama saya. Hehehehehe saya lolos interview.... Tapi menurut peraturan, saya harus lolos psikotest juga untuk bisa diterima. Untuk posisi tersebut, Ibu Manager Busdev udah menginterview banyak orang sebelum saya, dan beliau agak kesel juga, karena tiap kali ada kandidat yang dia 'suka', kandidat tersebut ga lolos psikotest. Sebaliknya, tiap ada yang lolos psikotest, dia ga sreg sama orangnya. Melalui interview tersebut, secara eksplisit beliau mengatakan akan 'memperjuangkan' saya meski saya gak lolos psikotest.
Waaaaaa... *harapan membumbung tinggi*
Saya pun menunggu dengan harap-harap cemas selama 2 minggu, karena memang bagian HRD membutuhan waktu sekitar 2 minggu-an untuk memproses psikotest. Dan tanggal 16 Juli saya pun dapet telepon dari ibu Manager Busdev, yang menyatakan bahwa saya diterima di perusahaan B, hehehehehehe. Setelah itu sekretarisnya ibu nelepon saya juga. Sekretarisnya kalah cepet sama ibu. Heuehueheuheu. Jadi, wiwien lolos psokitest ga sih??
Ra - ha - si - a
XDDDDD
Oia, satu lagi. Pas saya mau interview dan melewati pintu masuk untuk karyawan, disitu ada tulisan:
"Harap tidak membawa alat-alat penyimpan data seperti flash disk, CD, disket, MP3&MP4 player, harddisk, dan alat alat penyimpan data lainnya. Tas harap dititipkan di tempat penitipan tas"
Ada satpam-satpam juga yang berjaga di pintu masuk untuk menggeledah, dan ada juga pintu sensor kaya semodelan di mall mall gituh....
Oh DAMN, gw gak bisa ngeDONLOOOT !!!! huhuhuhuhuhu
.
.
.
.
*terbiasa kerja sambil mendonlot......*
Welll... selamat datang di dunia kerja farmasi, wien... Dan selamat tinggal donlot mendonlot di SKY FM.
Hari pertama bekerja.
Saya diperkenalkan kepada karyawan dan manager di Bagian Busdev dan Export. Setelah diajak berkeliling sebentar, saya pun duduk di meja saya. Untuk pake komputer, saya harus punya log in & password, dan akhirnya bagian IT datang dan memakaikan log in & password sementara, sampai log in & password saya jadi. Posisi saya adalah sebagai Staff Registrasi, atau kalo perusahaan asing sih pake istilah Regulatory Affair Officer. Setelah dibriefing oleh Staff Registrasi yang lain, saya dapet penjelasan deh kalo tugas saya adalah untuk mendaftarkan (meregistrasikan) obat obat perusahaan B ke Badan POM sampai mendapatkan Nomor Registrasi (No Reg). Untuk mendapatkan No Reg banyak dokumen yang harus diurus, apalagi kalo obatnya adalah obat import, dokumen yang harus dilengkapi jauh lebih banyak. Tugas sayalah sebagai untuk meng-kompile dan melengkapi dokumen-dokumen tersebut, dan membawa ke Badan POM.
Di perusahaan ini saya sepertinya bakalan makmur,
Pas ke Badan POM, saya ketemu sama teman-temen kuliah yang juga bekerja sebagai Staff Registrasi di perusahaan lain. (setiap perusahaan farmasi pasti harus mendaftarkan obat-obatnya ke Badan POM untuk mendapatkan No Reg). Pertamakali melihat dokumen-dokumen yang akan menjadi tanggung jawab saya, saya sempet mikir kalo saya bakalan 'tertimbun' dalam tumpukan dokumen. Ternyata timbunan dokumen di kantor hanya sekian persen dari gunungan dokumen di Badan POM. heuehueheu. Pergi ke POM menyenangkan karena diantar dan dijemput oleh mobil perusahaan, yang biasanya bakalan memakan waktu seharian. Kalo pergi pagi dari kantor, dan di BPOM-nya ngantri, pas balik ke kantor udah nyampe jam 5-an (karena macet), pas waktunya untuk pulaaang, heeheuheuheu.
Makanan di kanton POM enak enak, dan muraaaah. Oia, makan siang di POM juga di tanggung kantor. Dengan jatah 15.000, bisa makan yang enak-enak, termasuk es campur, es cendol ato es pudeng, heheheheh. *sepertinya makan malam memang harus dihindari*.
Yahhh begitu gambaran kerjaan saya selama beberapa bulan, atau bisa jadi beberapa tahun ke depan. Betah ga betah, pastinya harus betah, hehehehe...