Korean Pop music mungkin sangat populer, tapi kepopuleran ini tidak dibarengi dengan angka penjualan yang tinggi. Selama 7 tahun terakhir ini, K-Pop musik industri masih tetap berjuang dengan penurunan jumlah penjualan album. Tahun 2007 juga tidak berbeda. Berdasarkan data dari the Recording Industry Association of Korea, the best-selling album of 2007 adalah album dari SG wannabe yaitu "Arirang'', namun HANYA terjual total 190,000 kopi !! Sementara album sebelumnya yang diliris tahun 2006 terjual sebanyak 341,000 kopi, dan album yang dirilis tahn 2005 terjual sebanyak 414,000 kopi.
Yang lebih menyedihkan untuk K-pop musik industri, di tahun 2007 hanya album keluaran SG Wannabe, Super Junior, dan Epik High yang mampu menembus angka penjualan diatas 100,000 kop. Album Super Junior yang dirilis tahun lalu yaitu "Don't Don'', terjual 164,000 kopi sementara album hip hop dari Epik High terjual 140,000 kopi. <kalau saya bandingkan dengan penjualan album di negara tetangga Jepang yang bisa menembus angka jutaan kopi ---> album Kobukuro tahun lalu laku 3 juta kopi. sungguh menyedihkan........>
K Pop mencapai puncak di tahun 2000 dimana album dari Jo Sung-mo, g.o.d. dan Seo Taiji masing masing terjual lebih dari 1 juta kopi. Album Jo Sung-mo bahkan terjual hampir 2 juta kopi. Penjualan album asing juga mengalami penurunan. Di tahun 2007, Best Selling Foreign album adalah soundtrack dari film hit "Once", itu pun hanya di angka 36,000 kopi. Selama beberapa tahun terakhir, penjualan album memang mengalami penurunan terutama karena digital musik industri. Semakin banyak orang yang lebih memilih untuk membeli album dengan cara mendownload digital musik, melalui komputer atau handphone dibanding membeli CDnya langsung. Terakhir kali sebuah album terjual 1 juta kopi adalah di tahun 2001.
Dengan terus menurunnya sales record, semakin banyak Korean Stars yang merambah ke luar negeri untuk mencari market baru. Rain, se7en, serta Lim Jeong-hee, Min, G-Soul, dan Yangpa bersiap untuk debut di U.S, Super Junior dan Fly to the Sky mengadakan konser di luar negeri, sementara itu Big Bang dan SG Wannabe debut di Jepang tahun ini. BoA dan DBSK juga mengkonsentrasikan aktivitas mereka di Jepang sepanjang tahun 2007 lalu. Berdasarkan Japan's Oricon charts 2007 year-end rankings, album "Made in Twenty" dari BoA berada di posisi #31 terjual 340,000 kopi, sementara Tohoshinki album "Five in the Black'' di posisi ke #294 dengan 37,000 kopi. Album tersebut juga masuk ke Korea sebagai Foreign Album dengan penjualan 17,000 kopi untuk "Made in Twenty", dan 28,000 kopi untuk "Five in the Black''.
diterjemahkan dan diringkas dari the original article:
K-Pop Industry Undergoing Slump
mungkin karena terlalu banyak disuguhkan dan mudah didapatkan dari internet......tinggal didonlot aja langsung bisa didengerin...klo jepang masih limited banget....
ReplyDeleteterus pecinta kpop di korea sono kebanayakn ABG seh...daya beli nya kurang meureun yah
aha. pantesan T versi korea cuma kluar 5000 keping. T_______________T
ReplyDeleteya ampunnn .....
ReplyDeleteya ampunnnnnnn .....
*serasa baca skript siaran*
dunia digital membuat bangkrut dunia musik ... iya nggak segh ?
senannggggnya bisa ngebahas begianian XDDDD
ReplyDeletejepang juga sama aja sih kaya korea, donlotannya bertebaran dimanamana, mulai dari forum forum ampe site2 khusus donlot kaya jmp3.net ato jp-drama.com
walo penjualaan CD di jepang masih bisa nyampe ke angka jutaan kopi, tapi setelah ditilik2 dari arsip sekitar 5-10 tahun lalu ternyata penjualan di Jepang jauh lebih menggila. Sebagai contoh, album terlaris di Jepang tahun 2007 adalah Mr.Children - HOME yang terjual 1,5 jutaan kopi. tapi kalo 5 tahun lalu, penjualan untuk album terlaris tahun itu bisa nyampe 3 jutaan ato bahkan lebih
Memang adanya musik digital (yang didownload secara legal & bayar) menurunkan penjualan dalam bentuk CD. walo sebenernya pendapatan dari situ pun gak sedikit. Utada Hikaru aja dapet penghasilan jutaan yen dari pendownlodan lagu Flavour of Life (most downloaded song 2007)
ohh..pantesan
ReplyDeleteorang korea pada rame2 jualan ke jepang ya,,
sankyu infonya...
iyah, untuk meningkatkan penjualan....
ReplyDeletedari alinea terakhir yang saya tulis, bisa disimpulkan bahwa ternyata penjualan album BoA & THSK sendiri lebih tinggi di Jepang (walo kedua album yang disebutin di atas adalah Japanese albumnya mereka)
yah.. minimal penurunan penjualan album mereka bukan karena pembajakan yah wien...
ReplyDeletelhooooo ? pastinya pembajak2 elegan seperti kita ini semakin ikut menurunkan penjualan mereka boooo
ReplyDeleteyaaaaah... apa daya ya.... secara beli yang original kita gak mampuuuuuuu
BWAHAHAHAHAHHA
ReplyDeleteMaksuuuddd ???
Pembajak Elegaaann .... hahahahahhaa
Lucu lucuu
munculnya Jang Ri In (yg nyanyi 'timeless') blm membantu rupanya.
ReplyDeleteada apa gt dengan Jang Ri in?
ReplyDeletetdnya gw kira dia bakal jadi the 'New BoA', kan spt. BoA she's a Korean singing Japanese, Jang Ri In is a Chinese singing Korean, meski dia nyanyi Cina dulu sblmnya.
ReplyDeletemungkin sekarang belum se spekta Boa yah ....
ReplyDeletecuman dia udah cukup "mengenalkan"diri kok
dan membantu kalo menurut gwaaaaa
@bertha:
ReplyDeletewaduuuuh, ga nyangka ya lu jagoan juga dalam hal2 perkoreaan, kekekekeke.... gw mah ga ngerti boooooo, Jang Ri In yang mana aja gw dah lupa ^^;;;;;;;;;;;; maklum baru menyemplung ke dunia perkoreaan. Selama ini taunya cuman yang debut2 di Jpn ^^;;;;;;;
ah...sebenarnya cuman tau dia doang, abis penasaran ama vidklip-nya. ngmg2 vidklip 'timeless'-nya ada 2 versi, tp berhubungan. sad ending, typical melodrama korea lah.
ReplyDeletehaduh, belom nonton
ReplyDeletekekekekekekekekkekek ^^;;;;;;;
bikin bangkrut nggak sich.... tapi membuat penjualan album fisik (cd, dvd) menjadi menurun. tapi mereka teteup tajir ajah kalo laku lagunya dengan rbt, ringtone, truetone, konser dan lainnya... bahkan jualan digital itu ajah... penjualannya bisa 10 kali lipat jualan fisik...
ReplyDeletekalo artis korea sih kayanya banyaknya dpt penghasilan dari perform di tv
ReplyDeletepenjualan digital tetep ga sebanyak di Jepang. Jewelry aja yang mendominasi dimana mana (bahkan sampe ngalahin Wonder Girls' - Tell Me), penjualan digitalnya cuman 4 juta won, alias 40 juta perak kalo dirupiahin