Tuesday, May 19, 2009

Ikutan uji BA/BE

Weekend kemarin saya ikutan uji BA/BE. BA = Bioavabilitas, BE = Bioekivalensi. Buat temen-temen farmasi mungkin ga asing ya sama uji beginian. Tapi buat temen-temen yang lain mungkin istilah ini kurang dikenal... Singkatnya uji ini adalah untuk mengetahui kadar obat kopi di dalam darah, dibandingkan dengan obat innovatornya. Diharapkan kadar obat kopi (yang dibuat semirip mungkin mendekati innovator) di dalam darah sama dengan obat innovator. Jika ini terpenuhi maka bisa disebut obat kopi tersebut bioekivalen dengan innovator.


Jadi njelimet ya penjelasan saya? hehehe...


Nantinya subjek (volunteer) yang jumlahnya >20 orang dibagi secara acak, lalu masing-masing ada yg minum obat innovator, ada yg minum obat kopinya. Kadar obat didalam darah lalu diukur pada waktu-waktu tertentu, yaitu sebelum obat diminum, lalu setiap 10 menit, nurun jadi setiap 20 menit, nurun lagi jadi tiap 30 menit, tiap 1 jam, tiap 3 jam, sampe akhirnya tiap 6 jam, 12 jam, dan 24 jam. Total ada 20 kali pengambilan darah di lipatan lengan, dengan masing masing pengambilan darah sekitar 9 ml. Proses/fase yang sama diulangi 2 minggu kemudian.


Sehingga total darah yang diambil adalah:
2 x 20 x 9 ml
= 40 kali tusukan x 9 ml
= 360 ml
= 360 cc

Total sekitaran 1 botol aqua yang kecil.


Nah saya baru selesai satu fase aja nih... Fase yang kedua nanti 2 minggu lagi (akhir bulan Mei).


Ternyata saya masih ga berubah. Suka lemes dan pusing kalo liat darah. Awalnya sih saya memperhatikan dnegan seksama pas tangan saya ditusuk & pas darah saya diambil .. ehhhh lama lama serem juga. Akhirnya tiap kali darah saya diambil, saya melihat ke arah lain, ngobrol sama orang, ato SMSan, hehehe. Yang nyesek adalah sebelum uji BE dilakukan tanggal 16 kemarin, tangan saya sudah jadi berwarna UNGU TUA dan biru-hijau di sekitar pengambilan darah pertama ketika screening subjek. Salahkan orang PRODIA ... !!!



Ceritanya.... si mas mas PRODIA yang ngambil darah saya tanggal 11 itu (pas screening subjek), ga ngasih tau sama sekali kalo tangan harus ditekuk setelah darah diambil. Padahal darah yang diambil cukup banyak, sekitar 4 tabung (36 ml) tanpa mengganti lokasi pengambilan darah (ditusuk sekali). Sepertinya nadi saya pecah/bocor kemana mana akibat ga ditekuk itu... Jadilah besoknya tangan kanan saya berwarna UNGU TUA biru-hijau.. Hiiiy menyeramkaaaaaaan.... [dan bikin orang lain yg melihat pun merasa seram dan jatuh iba pada saya]. Agak trauma diambil darah. Tapi apa daya saya udah tandatangan komitmen untuk ikutan sampai selesai, masa berhenti di tengah jalan??


Hari H:
UJI BE, Sabtu, 16 Mei 2008 darah pun mulai diambil seharian penuuuuuuuh (di waktu-waktu tertentu itu). Badan sih ga apa apa.. Ga lemes ga pusing.. Ga ada efek samping yang signifikan. Tapi tangan saya linu karena ada 2 kali pengambilan darah yg gagal gara2 nadinya mendadak menghilang setelah ditusuk jarum. Salahkan perawatnya . Seharusnya sih ganti tempat aja, ato ganti ke tangan kanan, bukannya ditusuk2 lebih dalem yang bikin nadi saya pecah tapi darah ga keluar karena pembuluh darah keburu ilang (konstriksi)... Jadi deh sekarang tangan kiri biru-biru...



Alhamdulillah tangan kanan saya (yg dioprek orang PRODIA) sudah hampir sembuh. Berkat TROMBOPHOB: gel anti pembekuan darah.
Kulit tangan kanan saya sekarang hampir kembali ke warna semula.


Walau sakit-sakit, uji BE lumayan juga buat cari pengalaman. Jadi tau rasanya jadi tikus percobaan, hehehe... Selain itu, lumayan juga tuh bisa cek kesehatan gratis! Pas screening kan diperiksa urine total, darah total (kolesterol, glukosa, SGOT, SGPT, trombosit, leukosit, Hb, dll dll), termasuk juga tes HBV, HCV dan HIV.

Alhamdulillah saya SEHAT !!  Tekanan darah pun normal 120/80 mmHg.


Doakan fase kedua (tgl 30,31 Mei - 1,2 Juni) lancar ya teman temaaaan...






3 comments:

  1. huaaaa... seremmm......
    good luck!!!!!! XDDDDD

    ReplyDelete
  2. hahaha ya memang
    tadi siang baru diambil darah 16 kali ^^;;;

    ReplyDelete
  3. ikutan uji ba be dimana neng???
    kl boleh tau sich

    ReplyDelete