| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Other |
| Author: | Jeffrey Eugenides |
Jumlah halaman: 812
Harga: Rp.89.900 (Gramedia)
Kalo liat ato baca judulnya mungkin akan terlihat vulgar. But I can assure you this book is worth 2 thumbs up !! Emang ga salah deh kalo sang pengarang, Jeffrey Eugenides mendapatkan penghargaan Pulitzer di tahun 2003 untuk kategori cerita fiksi. Selain karena memenangkan Pulitzer, yang bikin gw tertarik untuk beli buku ini adalah karena dijadikan buku pilihan di Oprah Book's Club. Gw pun tau buku ini pas nonton Oprah, dan saat itu Oprah sedang membahas tentang 'intersex'. Jeffrey Eugenides pun diundang untuk diwawancara. Dan sekali lagi Oprah berhasil meracuni gw XDDD
Sinopsis:
Seorang bayi perempuan bernama Calliope lahir di Detroit pada 1960. Setelah empat belas tahun menjalani kehidupan sebagai anak perempuan normal, dia berubah menjadi Cal, seorang remaja laki-laki. Bertahun-tahun kemudian, sebagai seorang pria dewasa, Cal Stephanides menuliskan kisah metamorfosisnya untuk dunia.
Untuk menguraikan perpedaan dirinya dari manusia lain, Cal mengajak kita kembali ke asa silam, ke sebuah desa kecil di Asia Minor, menjadi saksi sebuah pembantaian rasial, berhadapan dengan tongak industrial Amerika, melewati berbagai perubahan zaman yang mencengangkan bersama tiga generasi sebuah keluarga Yunani-Amerika.
Komen dikit deh...
Udah lama bangeeeet ga beli buku. Uang gw biasanya habis untuk memanjakan telinga dengan musik. Untungnya pilihan gw gak salah pilih dengan membeli buku ini. Malahan gw langsung berniat ingin beli buku lagiPulitzer memang ga salah diberikan pada karya yang pantas, dan Oprah pun sekali lagi berhasil mempengaruhi gw, hehehe.
Eugenides terlihat sekali sudah mempersiapkan riset yang sangat matang untuk mempersiapkan buku ini. Cerita tentang seseorang bernama Calliope dengan kelainan kromosom yang menyebabkan dirinya mengalami identitas gender. Bagaimana kelainan itu bisa terjadi? Ternyata karena perkawinan sedarah, saudara saudara..!! Hal yang diharamkan dilakukan oleh para muslim sejak dahulu kala. Semakin membuat saya kagum dengan kebesaran agama Islam, karena sejak dari dahulu (sebelum ada penelitian mengenai kromosom) Islam sudah melarang perkawinan sedarah.
Masih ingat dengan pelajaran tentang Kromosom dan Gen di SMA? Pertemuan gen resesif (yang dilambangkan dengan r), yaitu r x r akan memunculkan sifat fenotif!! Begitu pulalah dengan Calliope. Desdemona, nenek Calliope, menikah dengan adik kandungnya sendiri yaitu Lefty. Pernikahan ini menghasilkan anak lelaki bernama Milton, yang menikah dengan sepupu langsungnya yaitu Tessie. No wonder jika kemudian Calliope yang mengalami kelainan kromosom XY lahir dari dua kali perkawinan sedarah tersebut. Gen gen resesif pun bertemu dan akhirnya menampakkan fenotifnya dalam diri Calliope. Dosa Nenek-Kakek serta Ayah-Ibunya.
Yang menarik adalah saat Eugenides menggambarkan sosok Calliope remaja, sekitar usia 10-12 tahun, yaitu ketika anak anak mengalami perkembangan ciri ciri seksual sekunder. Calliope, yang memiliki alat kelamin perempuan, mulai menantikan perkembangan kelamin sekunder seperti teman-teman perempuannya yang lain di kelas. Calliope menantikan datangnya menstruasi, Calliope menantikan payudaranya untuk tumbuh, Calliope menantikan pinggulnya mulai terbentuk. Tapi hal itu tak kunjung terjadi. Calliope menantikan tanda tanda dari alam, sampai akhirnya dia mulai menyalahkan alam.
Lalu bagaimana sampai akhirnya Calliope sadar bahwa dirinya berbeda dengan remaja perempuan yang lain? Apa yang dia rasakan dan pikirkan ketika untuk pertama kalinya dia memilki ketertarikan seksual pada sahabat perempuannya sendiri?
Salut deeeh dengan gaya penuturan Eugenides, yang mampu menyampaikan hal-hal penting dan simpatik dengan gaya yang humoris. membuat para pembaca menerka nerka apa yang selanjutnya akan terjadi dengan tokoh Calliope. Selain itu, buku ini bikin gw sedikit lebih mengerti tentang kegundahan hati para 'intersex, apalagi disaat mereka remaja, disaat remaja normal pun mengalami banyak hal yang tidak dapat dimengerti di dalam diri mereka.
Lalu apa yang akan terjadi dengan Calliope yang akhirnya menjadi seorang lelaki bernama Cal? Apakah masa kecil dan masa remajanya akan menghancurkan kehidupannya sebagai orang dewasa?
Silakan dibaca aja sendiri, hehehehehehe